TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.url: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view'] TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.url: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']
TEMPLATE ERROR: Invalid data reference post.url: No dictionary named: 'post' in: ['blog', 'skin', 'view']

Cara Membuat Mandau



Berbagai catatan mengenai seni dan kerajinan tangan menempatkan kerajinan besi atau baja pada posisi yang tinggi bagi masyarakat Kayan (suku asli Kalimantan). Mereka membutuhkan pengetahuan khusus untuk membuat pedang atau mandau yang halus dan tajam. Asal-usul pengetahuan mereka tentang besi serta proses melebur dan menempa besi tetap menjadi misteri hingga sekarang. Kemungkinan mereka telah terbiasa dengan proses tersebut sebelum mereka masuk ke Pulau Kalimantan. Suku Kayan menjadi perajin besi yang paling ahli di wilayah tersebut yang hanya dapat ditandingi oleh Suku Kenyah (Charles Hose dan William McDougal, 1912). Pembuatan mandau tidak semata-mata mengandalkan keterampilan, namun juga kemampuan untuk menghadirkan kekuatan magis agar mandau memiliki tuah tertentu. Hal tersebut menjadikan pembuat mandau menempati posisi penting dan terhormat di masyarakat

a. Bahan
Besi atau baja. Bisa berupa besi pegas mobil, as mesin perahu tempel, gergaji mesin, dan sebagainya.

b. Peralatan
• Perapian atau tungku pembakaran
• Bak air untuk penyepuhan.
• Landasan berupa besi berkepala datar yang ditancapkan pada potongan batang kayu.
• Palu dalam berbagai ukuran.
• Penjepit.
• Betel.
• Pompa udara bermesin.
• Gurinda tangan dan gurinda mesin.
• Kikir.
• Gunting pemotong besi panas.
• Ketam baja.
• Slip mesin atau batu asahan.
c. Proses Pembuatan
Berikut beberapa langkah membuat mandau.
1. Membuat Bilah
• Menyiapkan bahan untuk membuat mandau yang berupa bilah-bilah besi dengan ukuran yang kira-kira sesuai dengan ukuran mandau yang akan dibuat.
• Membakar lempengan besi hingga merah menyala, kemudian menempa besi tersebut menurut bentuk yang diinginkan. Lalu memasukkan lempengan besi ke dalam air dingin, lalu membakar dan menempanya kembali. Proses ini dilakukan berulang-ulang.
• Menggurinda mandau dengan gurinda mesin atau gurinda tangan sehingga memperoleh bentuk mandau yang sempurna.
• Menyepuh mandau.
• Mengikir bentuk mandau tersebut untuk mendapatkan ketajaman.
• Mengetam dengan ketam baja untuk menghaluskan mandau dan untuk menghilangkan bekas pukulan dan sepuhan.
• Menyelip dengan slip mesin untuk mengkilapkan permukaan mandau.
• Mengetok dengan betel baja untuk menera hiasan pada mandau.

2. Membuat Hulu
Setelah pembuatan bilah selesai, langkah berikutnya adalah membuat hulu atau pegangan mandau. Bahan untuk membuat hulu mandau adalah kayu yang berserat, misalnya kayu jambu biji atau kayu mahar. Detail ukiran pada hulu biasanya langsung dikerjakan tanpa menggambar pola terlebih dahulu.
Bilah mandau dipasang pada hulu dengan cara menancapkan pangkalnya pada lubang di dataran hulu. Selanjutnya memberi getah malau pada lubang tersebut di sekeliling besi.

3. Pembuatan Kumpang
Kumpang dibuat dari kayu pantung. Akan lebih bagus lagi jika dibuat dari kayu mahar. Setelah bahan pembuat kumpang yang berupa bilah-bilah kayu diperoleh, langkah selanjutnya adalah memahat bagian dalam kayu tersebut. Bila kedua bilah kayu tersebut ditangkupkan akan didapatkan rongga pipih panjang sesuai ukuran bilah mandau. Setelah kedua bilah kayu tersebut tertangkup baik dan pas, selanjutnya diikat dengan rajutan dari kulit rotan tiga atau empat bagian. Tahap paling akhir adalah mengukir kumpang dengan ragam hias bentuk binatang seperti buaya atau ular.

0 komentar:

Template Information

English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified